Yogyakarta, 24 Oktober 2022 Lazismu BMT UMY menyerahkan fasilitas unit sepeda motor kepada salah satu mitra Lazismu BMT UMY yang akan digunakan untuk berjualan.

Bapak G dan keluarga tinggal di Sedayu, Bantul. Tinggal dirumah milik neneknya. Hidup bersama Istri dan 6 orang anaknya, seorang pekerja keras, mencari nafkah dengan berdagang membawa tas ransel besar berisi makanan ringan dan juga minuman seperti susu kedelai dan kacang hijau yang dibungkus dalam plastik dijajakan di salah satu rumah sakit di kota Yogyakarta. Setiap hari bekerja, pulang pergi harus menempuh dengan jarak kurang lebih 40 km untuk mencari nafkah. Lebih dari 10 tahun pekerjaan ini dilakukan.

Ketika Pandemi Covid terjadi, mau tidak mau jualan harus terhenti, karena pihak rumah sakit tidak mengizinkan pedagang masuk ke area rumah sakit. Fasilitas makan dan minum untuk dokter dan perawat disediakan oleh rumah sakit, sehingga mau datang berjualan pun tidak ada yang membeli karena mayoritas pembeli adalah dokter dan perawat rumah sakit tersebut.

Selama 2 tahun lebih, bekerja serabutan untuk mendapatkan penghasilan, namun juga masih tetap kurang, bahkan harus hutang, untuk mencukupi kebutuhan. Selain itu kendaraan yang sering dipakai untuk jualan dulu sudah tidak mampu untuk digunakan kembali. Qaddarullahu wa masyaa’fala

Alhamdulillah, pandemi covid saat ini sudah berlalu. Rumah Sakit sudah memberikan ijin kembali untuk berjualan, namun terkendala motor yang tidak bisa jalan.

Sebagai bentuk perhatian dan membantu sesama, Lazismu BMT UMY menyerahkan fasilitas unit sepeda motor yang digunakan untuk berjualan. Harapan besar agar motor bisa bermanfaat membantu memulihkan perekonomian yang sempat jatuh, berharap bisa bangkit kembali. Sehingga tidak harus berhutang lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *